Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2018

What is Your Bedtime Routine?

(cr: pinterest ) Seperti apa rutinitasmu sebelum tidur? Seringnya M dan aku tidur dalam waktu yang berbeda. Biasanya kami sudah ada di atas tempat tidur sembari sejak pukul 8 malam, sehabis makan malam. M biasanya sibuk dengan handphone-nya, sementara aku main game atau menonton TV. Meskipun kita sibuk dengan hal-hal yang ada di depan mata kita, ada kebiasaan yang entah mulainya kapan, tapi selalu kita lakukan. Kita selalu bersentuhan. I mean, our feet rubs each others or our fingers are intertwined. Jadi aku atau dia sama-sama sadar akan kehadiran satu sama lain. Seperti apa posisi tidur kalian? Di masa-masa awal kami menikah M dan aku selalu tidur dalam keadaan berpelukan, lalu hot flush pun datang, dan kita akhirnya tidur bersebelahan. Tapi akhir-akhir ini salah satu dari kita biasanya tertidur duluan. M biasanya tertidur terlebih dahulu. Aku selalu kebagian mematikan lampu tidur, TV, dan biasanya mengingatkannya untuk berdoa sebelum tidur. Lalu kita pun tidur. Deng...

Tentang Cinta, Hujan, dan Lampu Jalanan

(Vianna Tran & Andrew McFarland, as seen as cover of The New York Times Magazine. Photographed by Ryan McGinley) Saya melihat foto sampul ini dua hari yang lalu. Saya ingat saya sebelumnya baru saja membaca komentar-komentar dari warganet yang membuat dahi berkerut dan dada terasa panas karena emosi.  Ya, seburuk itu rasanya melihat warganet berkomentar akan suatu isu yang belum tentu mereka kuasai di internet. Tapi begitu melihat sampul ini saya merasa dada saya hangat. Saya melihat cinta dari mata pria yang terpejam dan celah di antara bibir wanita. Saya melihat gairah dan kasih sayang yang bisa membara yang direfleksikan dengan bias kemerahan. Saya merasa seluruh kebencian yang sebelumnya saya serap terhapuskan karena foto ini.  Sampul ini adalah satu di antara 24 sampul yang dibuat oleh The New York Times Magazine dalam rangka Love City special section . Sebuah tema besar yang mereka angkat tentang cinta yang terjadi di New York. Di mana di kota y...

Might We Meet Again? A Tanka

Tanka adalah sebuah genre puisi dalam kebudayaan Jepang yang biasanya berbentuk puisi pendek. Saya menemukan terjemahan Tanka ini sejak lama, dan sejak saat itu juga saya jatuh cinta.  Rasanya saya bisa merasakan kerinduan dan kepedihan dalam tiap kata yang dituliskan. Rasa ingin bertemu. Penantian yang tak pasti dan berakhir dengan kepasrahan.  Apakah Anda pernah merasakannya?  .C.

Narasi Pertama dari C

Dulu, semasa masih duduk di bangku sekolah saya sering diberi nasihat, tulislah kembali pelajaran yang kamu dapat di sekolah, supaya kamu bisa mengingatnya.  Dan itu betul. Menulis membuat kita mengingat hal-hal yang mudah terlupa. Mudah terlepas dari ingatan kita. Apalagi sebagai manusia, kita memang tempatnya lupa dan khilaf. Bahkan saya percaya tak ada manusia, yang jika memang telah saling menyayangi, kemudian menjadi saling membenci. Buat saya mereka tak pernah benar-benar membenci. Mereka hanya lupa cara untuk menyayangi. Lupa bahwa perasaan mengasihi itu ada dalam diri mereka. Lupa menaruhnya di mana.  Karena saya pelupalah makanya saya membuat blog ini. Saya ingin ini menjadi pengingat saya atas perasaan, kejadian, pelajaran, dan semua hal menyenangkan atau tidak menyenangkan yang terjadi dalam hidup saya. Dengan harapan suatu saat, ketika saya lupa atau tengah tersesat saya bisa kembali kemari. Atau jika Tuhan mengizinkan, suatu saat anak cucu sayalah yang akan k...